Matius 20:26-28“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah dia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu hendaklah dia menjadi hambamu. Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang”
1. Melayani itu adalah Privilege.
Barangsiapa ingin menjadi besar…, kalimat ini memberi
indikasi Tuhan tidak pernah melarang kita memiliki ambisi untuk menjadi besar,
memiliki keinginan menjadi orang yang "besar" di dalam pelayanan
Tuhan. But if you want to be great, jadilah hamba dengan contoh
melayani.
Melayani Tuhan itu berarti sesuatu hak khusus yang Tuhan beri kepada setiap kita. Kenapa? Sebab Kristus di sini menaruh prinsip pelayan, murid-murid menjadi hamba bukan sebagai sesuatu yang Dia paksa inginkan tetapi Dia sendiri telah memberi contoh.
Waktu Dia menebus hidup kita, Dia memberikan semua keagungan, kebesaran, dan kemulianNya buat kita.Tidak ada orang yang menjadi besar tanpa dia memberikan contoh terlebih dahulu menjadi pelayan di dalam melayani. Itulah sebabnya ‘to serve is a privilege.’
Melayani Tuhan itu berarti sesuatu hak khusus yang Tuhan beri kepada setiap kita. Kenapa? Sebab Kristus di sini menaruh prinsip pelayan, murid-murid menjadi hamba bukan sebagai sesuatu yang Dia paksa inginkan tetapi Dia sendiri telah memberi contoh.
Waktu Dia menebus hidup kita, Dia memberikan semua keagungan, kebesaran, dan kemulianNya buat kita.Tidak ada orang yang menjadi besar tanpa dia memberikan contoh terlebih dahulu menjadi pelayan di dalam melayani. Itulah sebabnya ‘to serve is a privilege.’
2. Melayani itu Anugerah.
Dalam kitab 2 Korintus 4:1 bagi saya ini adalah salah
satu prinsip pelayanan yang penting dari rasul Paulus yang mengatakan, “This
is by grace of God, this is by His kindness to me…" Saya bisa ambil
bagian di dalam pelayanan karena ini adalah anugerah kebaikan dari Tuhan, saya
terima dengan hati bersyukur.
Dalam Bahasa Indonesia nya, "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati". Bukan saja kita harus setia dalam melayani Tuhan, tetapi Tuhan juga mau kita untuk berani.
Dalam kitab Bilangan pasal 13, "Aku akan memberikan tanah perjanjian itu kepadamu tetapi engkau harus maju berperang untuk mendapatkannya." Tanah perjanjian yang diberi Tuhan itu adalah anugerah. Kalau Tuhan tidak memberikannya, kita tidak bisa mendapatkannya. Tetapi bisakah itu datang kepada kita seperti satu hadiah jatuh dari langit?
Kita tidak boleh abaikan prinsip ini: bahwa segala sesuatu yang datang ke dalam hidup kita itu datangnya sebagai berkat dan anugerah dari Tuhan.
Dalam Bahasa Indonesia nya, "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati". Bukan saja kita harus setia dalam melayani Tuhan, tetapi Tuhan juga mau kita untuk berani.
Dalam kitab Bilangan pasal 13, "Aku akan memberikan tanah perjanjian itu kepadamu tetapi engkau harus maju berperang untuk mendapatkannya." Tanah perjanjian yang diberi Tuhan itu adalah anugerah. Kalau Tuhan tidak memberikannya, kita tidak bisa mendapatkannya. Tetapi bisakah itu datang kepada kita seperti satu hadiah jatuh dari langit?
Kita tidak boleh abaikan prinsip ini: bahwa segala sesuatu yang datang ke dalam hidup kita itu datangnya sebagai berkat dan anugerah dari Tuhan.
Setiap kali anugerah itu datang, dia selalu datang
bersamaan dengan respons yang berani.
- Menerima pelayanan Tuhan itu sebagai kepercayaan, jangan terima dengan pasrah.
- Menerima pelayanan Tuhan sebagai anugerah dan berkat Tuhan, jangan terima secara terpaksa.
- Menerima pelayanan Tuhan sebagai anugerah Tuhan, jangan terima dengan malas.
- Menerima pelayanan sebagai berkat Tuhan yang datang ke dalam hidupmu jangan terima sebagai sesuatu yang begitu saja datang.
3. Melayani itu harus tuntas, jangan setengah-setengah!!
Galatia 6:9
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.”
To serve until goal’s happening di dalam hidup kita. Memulai sesuatu itu gampang, tetapi konsisten berada di dalam perjalanan itu bukan hal yang gampang. Hati kita gampang jatuh bangun, kemudian kecewa, pudar, tawar, hal itu lumrah di dalam hidup kita. Tetapi di tengah-tengah seperti itu kita tidak boleh mengabaikan hal ini.
Tetapi setiap kita melayani Tuhan, tidak boleh tidak harus berani jalan terus & maju.
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah.”
To serve until goal’s happening di dalam hidup kita. Memulai sesuatu itu gampang, tetapi konsisten berada di dalam perjalanan itu bukan hal yang gampang. Hati kita gampang jatuh bangun, kemudian kecewa, pudar, tawar, hal itu lumrah di dalam hidup kita. Tetapi di tengah-tengah seperti itu kita tidak boleh mengabaikan hal ini.
Tetapi setiap kita melayani Tuhan, tidak boleh tidak harus berani jalan terus & maju.
Mazmur 126:5-6,
“Orang yang menabur benih sambil mencucurkan air mata pasti pulang dengan sorak sorai membawa berkas-berkasnya.”
“Orang yang menabur benih sambil mencucurkan air mata pasti pulang dengan sorak sorai membawa berkas-berkasnya.”
Berjalan maju dengan air mata tetap tabur benih, pasti
pulang membawa berkas-berkasnya. Banyak orang mau tabur benih, mau lekas-lekas
dapat berkas-berkasnya tetapi tidak mau dua hal ini: berjalan maju (menabur
benih) dan dengan air mata.
Setiap kita melayani, kita punya goal. Kita harap ingin terus maju. Pelayanan tetap harus berjalan. Kalaupun belum tercapai tetap hati kita harus selalu ada goal.
Setiap kita melayani, kita punya goal. Kita harap ingin terus maju. Pelayanan tetap harus berjalan. Kalaupun belum tercapai tetap hati kita harus selalu ada goal.
4. Melayani itu jangan pernah melihat ke belakang.
Kitab Filipi 3:13 “Aku mengejar apa yang di depan…” Prinsip pelayanan yang penting, kita tidak boleh berhenti untuk hanya kagum atas apa yang kita capai di masa-masa yang lampau. Kita harus terus berjalan, kita sadar pekerjaan Tuhan masih belum selesai, masih belum lengkap, masih banyak yang bisa kita kerjakan. Tidak bisa kesuksesan masa lalu itu menjadi penghalang di dalam pelayanan setiap kita. Melayani dengan tidak melihat apa yang kita sudah kerjakan itu sempurna. Tidak juga merasa apa yang sudah kita capai menjadi sesuatu kebanggaan dan kesuksesan kita.
Kitab Filipi 3:13 “Aku mengejar apa yang di depan…” Prinsip pelayanan yang penting, kita tidak boleh berhenti untuk hanya kagum atas apa yang kita capai di masa-masa yang lampau. Kita harus terus berjalan, kita sadar pekerjaan Tuhan masih belum selesai, masih belum lengkap, masih banyak yang bisa kita kerjakan. Tidak bisa kesuksesan masa lalu itu menjadi penghalang di dalam pelayanan setiap kita. Melayani dengan tidak melihat apa yang kita sudah kerjakan itu sempurna. Tidak juga merasa apa yang sudah kita capai menjadi sesuatu kebanggaan dan kesuksesan kita.
5. Melayani itu harus dengan menikmati kepuasan
tersendiri di dalamnya.
Ada kerelaan hati, ada sukacita, ada cinta yang muncul
sehingga waktu kita mengerjakannya kita bisa menikmati keindahan di dalamnya.
Pelayanan itu ditopang dengan hati
yang generous.
6. Melayani dengan Murah Hati.
Lukas 6:36
“Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
“Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
Memberikan hospitality. Konsep ini penting
sekali karena ini salah satu yang Tuhan mau ada di dalam hati kita, sebab
ada tertulis dalam Ibrani 13:2:
“Janganlah kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat
demikian beberapa orang yang tidak diketahuinya telah menjamu
malaikat-malaikat.”
Orang lain berbeda dengan saudara sendiri. Orang lain
berbeda dengan jemaat sendiri. Orang lain berbeda dengan anggota gereja
sendiri.






0 komentar:
Posting Komentar